Selasa, Agustus 04, 2015

Antara Aku, Gue dan Saya.

Assalamualaikum wr.wb.

Lihat dulu judulnya. Rada aneh gitu ya. Tenang di sini saya bukan mau cerita tentang kisah cinta segitiga, layaknya seperti kebanyakan yang memakai pola kalimat seperti itu. Seperti "Antara Aku, Kau dan Bajaj". Bukaan.

Ini masalah kontak batin mungkin. Juga dilema simple yang kemudian tertumpuk menjadi agak rumit, mumet menyesaki pikiran. (Ngomong apa sih lo).

Dalam hal menulis, khususnya menulis di jurnal blog diary yang sifatnya pribadi seperti ini, pemilihan kata / diksi tentu kita sendiri yang menentukan. Dan salah satu yang paling penting adalah bagaimana kita menyebut diri kita sendiri dalam tulisan itu seperti apa.

Maksudnya kata ganti orang pertama kali ya. Iya akhir-akhir ini saya jadi suka bingung kalau nulis mau pakai kata ganti "saya" atau "aku" atau "Gue". Walaupun ketiga artinya sama, tapi kesan yang nancep di batin pasti beda banget.

Kalo pake kata Saya, kesannya formal banget. Pake "aku" kesannya childist banget. Pake Gue/lo kesannya betawi banget.. hehe. Enakan pake bahasa Inggris, pilihannya cuma "I" doang, gak bingung kan (Ah tapi gak juga sih kayaknya.. ). Tergantung mood aja sebenernya. Kebanyakan tulisan iseng" saya di blog ini juga pake kata ganti "Gue/elo" gara-gara kepengaruh sama pergaulan anak bekasi, pas dulu masih tinggal dan kerja di sini. Kadang juga pake "saya" seperti di tulisan ini. Kadang juga pake "Aku". Tergantung mood sama isi cerita yang mau ditulis. Duh.. kayak gini aja mesti banget ya dibikin ribet??. Apa gue lagi krisis identitas kali ya??. (tuh kan pake kata "Gue"). Yoweslah pleksibel aja. Mau saya nulis pake kata 'Saya' kek, 'Aku' kek, 'Gue' kek.. emang masalah buat luh.. hehe.

Okelah sebelum tulisannya tambah ngaco, mending sudahi sampai di sini dulu. Mohon maaf jika gak ada manfaatnya. Caw.

Wassalamualaikum